Lima Hal Penyebab Mengapa Kita Bosan

 

Kebosanan pada umumnya dipandang sebagai keadaan emosional yang tidak menyenangkan dimana individu merasakan kurangnya minat dan sulit berkonsentrasi pada aktivitas saat ini.

Kebosanan adalah pengalaman universal. Hampir semua orang menderita dalam perjalanan hidup mereka. Pria umumnya lebih bosan dibanding wanita. Ada juga hubungan positif antara pencapaian pendidikan dan kebosanan yang sangat rendah.

Kebosanan adalah prediksi kesepian , kemarahan, kesedihan, dan kekhawatiran. Kebosanan adalah kekuatan yang memotivasi orang melakukan segala macam hal untuk mengurangi rasa sakit. Bosan kronis berisiko tinggi terhadap kecanduan obat terlarang , alkohol, dan judi kompulsif .

Berikut adalah beberapa penyebab utama kebosanan:

1. Monoton dalam Pikiran

Kebosanan sama dengan kelelahan mental dan disebabkan oleh pengulangan dan kurangnya minat terhadap rincian tugas. Setiap pengalaman yang bisa diprediksi dan berulang menjadi membosankan. Secara umum, terlalu banyak hal yang sama dan terlalu sedikit rangsangan dapat menyebabkan korbannya tidak adanya keinginan dan perasaan jebakan.

2. Membutuhkan Hal Baru

Beberapa individu lebih cenderung bosan dibanding yang lain. Orang dengan kebutuhan yang kuat akan kebaruan, kegembiraan, dan variasi berisiko mengalami kebosanan. Pencari sensasi ini cenderung menemukan bahwa dunia bergerak terlalu lambat. Mencari dan mengambil risiko kebaruan adalah cara orang-orang ini mengobati diri sendiri untuk menyembuhkan kebosanan mereka. www.pelajaran.co.id/2017/08/rumus-skala-peta-dan-cara-menghitung-skala-pada-peta.html

3. Perhatian

Kebosanan berhubungan dengan masalah dengan perhatian. Apa yang membosankan kita tidak pernah sepenuhnya melibatkan perhatian kita. Bagaimanapun, sulit untuk tertarik pada sesuatu saat anda tidak dapat berkonsentrasi. Orang dengan masalah perhatian kronis memiliki kecenderungan kebosanan yang tinggi.

4. Kesadaran Emosional

Orang yang kurang sadar diri lebih cenderung bosan. Individu yang bosan tidak dapat mengartikulasikan apa yang dia inginkan atau yang ingin dia lakukan. Mereka memiliki masalah dalam menggambarkan perasaan mereka. Ketidakmampuan untuk mengetahui apa yang membuat seseorang bahagia bisa menyebabkan kebosanan eksistensial yang mendalam. Tidak tahu apa yang kita cari berarti kita tidak memiliki kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk berhubungan dengan dunia.

5. Keterampilan Hiburan dalam Batin

Individu yang kekurangan sumber daya dalam untuk mengatasi kebosanan secara konstruktif akan bergantung pada stimulasi eksternal. Dengan tidak adanya keterampilan hiburan batin, dunia luar akan selalu gagal memberikan kegembiraan dan kebahagiaan yang cukup.

 

Weprotestify

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *