Keikutsertaannya Platform E-Coupon Elevenia Dalam eCommerce Summit

Usaha Mokado (mobile hadiah) yang di luncurkan pada bln. Maret 2016 yang lalu punya Elevenia, jalan cukup baik. Product berbetuk e-coupon atau kupon digital ini berhasil menarik ketertarikan customer untuk belanja lewat cara yang lebih praktis.

Pada arena Indonesia eCommerce Summit and Expo (IESE) yang di gelar pada 9-11 Mei 2017, Allto Setiabudi, VP Data Management & CRM Elevenia menyebutkan, Mokado bisa digolongkan jadi product yang paling berkembang untuk periode satu tahun paling akhir ini.

Keikutsertaannya Platform E-Coupon Elevenia Dalam eCommerce Summit

“Selama satu tahun ini, banyak merchant baru yang gabung dengan kami dan angka first buyer yang selalu bertambah, ” ujarnya waktu jadi pembicara satu diantara workshop IESE di ICE BSD, Tangerang (10/5).

Sampai awal th. 2017 Mokado mencatatkan 200 merchant yang jual lebih dari 1. 100 product dengan jumlah transaksi yang nyaris 83. 000 kali.

Mokado adalah digital kupon yang dapat dibeli untuk kepentingan sendiri atau hadiah yang juga akan diberi untuk orang yang lain. Vocer yang dapat diperoleh dalam basis ini seperti vocer makan sampai vocer taman rekreasi.

Allto mengharapkan Mokado jadi satu diantara type e-coupon ini bisa lebih berkembang serta di kenal sekali lagi oleh orang-orang, atau bahkan juga jadi sisi dari pola hidup. “Ya keinginannya yaitu kalau Mokado ini bukan sekedar juga akan hangat dimuka, tapi mungkin saja jadi rutinitas yang nanti jadi sisi dari lifestyle, ” tutupnya.

Ketum IdEA Buka-bukaan Soal Pajak E-Commerce

Beberapa pemangku kebutuhan masih tetap mengulas mekanisme pengenaan pajak untuk aktivitas e-commerce yang akhirnya jalan dibawah naungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Satu diantara pihak yang dilibatkan yaitu Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idEA, jadi perwakilan aktor e-commerce di Indonesia dimana hampirnya sudah dilengkapi dengan cek resi dan juga yang disadari keberadaannya oleh pemerintah.

Ketua Umum idEA, Aulia E Marinto, pada Kamis (7/12/2017) malam bercerita sejauh mana kajian itu berjalan. Pada Kompas. com, Aulia mengatakan tengah berlangsung percakapan yang hangat pada aktor e-commerce dengan pemerintah jadi regulator.

” Sifatnya kami berdialog, berargumentasi, serta memberi kritik konstruktif, ” kata Aulia.

Tema dialog yang disebut yaitu menyamai kebutuhan, baik kebutuhan pemerintah ataupun kebutuhan aktor e-commerce. Dari pojok pandang Aulia, pemerintah bertujuan pada bagaimana langkahnya tingkatkan penerimaan negara dari aktivitas e-commerce.

Sedang yang disuarakan idEA, pajak seperti apa yang nanti juga akan dipakai. Bila menginginkan kenakan pajak pada marketplace seperti Berbelanja. com, menurut Aulia, jadi tubuh usaha sesungguhnya telah membayar beragam jenis type pajak.

Lalu, ada saran juga bagaimana pajak dipakai pada penjual saja. Pada saran ini, idEA merekomendasikan agar tidak semuanya penjual di marketplace dipandang seperti penjual yang bisnisnya telah besar serta stabil.

” Untuk perusahaan yang tengah bertumbuh itu juga akan menyusahkan operasional. Janganlah lupa ya, tidak semuanya aktor segede Berbelanja. com, tidak semuanya segede Tokopedia. Di Surabaya, di Kalimantan sana ada marketplace, ” papar Aulia.

Masih tetap ada banyak hal beda yang belum juga di buka Aulia tentang kajian pajak e-commerce di DJP. Pada dasarnya, idEA memohon supaya kebijakan yang diputuskan kelak dapat memberi rasa adil serta diberlakukan sama untuk semuanya basis e-commerce, sesuai sama kekuatan usaha semasing.

Weprotestify

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *