Kunci Sukses Budidaya Kopi

Kunci Sukses Budidaya Kopi – Kopi merupakan salah satu minuman favorit di dunia, salah satu negara penghasil kopi terbesar adalah Indonesia. Di Indonesia banyak sekali varian jenis biji kopi yang tumbuh subur. Meskipun demikian,  untuk menanam pohon kopi di Indonesia tetap dibutuhkan pengetahuan, pengalaman serta doa agar panen yang dihasilkan melimpah dan mempunyai mutu yang baik.

Kunci Sukses Budidaya Kopi

Tidak hanya tumbuh di dataran tinggi, biji kopi juga dapat tumbuh di dataran rendah sesuai dengan jenis biji kopinya. Ada dua jenis kopi yang terkenal yaitu kopi arabika dan robusta. Kedua jenis kopi ini akan tumbuh optimal di lingkungan yang berbeda.

Baca Juga : Memilih Biji Kopi Yang Baik

Untuk jenis kopi arabika akan tumbuh optimal pada lingkungan tanah dengan pH 5,5-6,5 sedangkan jenis kopi robusta akan tumbuh optimal pada tanah dengan pH 4-6,5. Tanah yang optimal untuk menanam pohon kopi ini adalah tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara.

Kunci Sukses Budidaya Kopi

Pemilihan dan Penyiapan Bibit
Sebenarnya tanaman kopi ini banyak sekali jenisnya namun setidaknya ada 4 jenis kopi yang populer ditanam di Indonesia bahkan di dunia yaitu kopi robusta, arabika, liberika dan exselsa. Pada tahap pemilihan dan penyiapan bibit ini sangat penting dilakukan karena jika lahan yang akan ditanami kopi merupakan dataran rendah, maka kopi yang cocok untuk dibudidayakan adalah kopi liberika dan kopi excels.

Untuk jenis robusta akan optimal jika ditanam pada daerah dengan ketinggian antara 400-900 mdpl sedangkan kopi arabika akan optimal ditanam pada ketinggian lebih dari 900 mdpl. Untuk masalah bibit, gunakanlah bibit dengan kualitas unggul. Contoh varietas kopi robusta yang unggul diantaranya adalah BP42 dan BP 358 sedangkan untuk varietas kopi robusta yang unggul adalah S795 dan USDA 762.

Persiapan Lahan
Pohon kopi ini tidak dapat tumbuh optimal disemua jenis tanah, pohon kopi akan tumbuh subur pada tanah dengan kandungan bahan organik yang cukup. Apabila bahan organik pada tanah tersebut kurang, gunakanlah pupuk kandang yang ditebar pada lahan yang akan ditanami biji kopi.

Selain lahan yang mendukung, pohon kopi ini juga membutuhkan pohon peneduh agar cahaya matahari tidak langsung mengenai tanaman kopi. Pohon peneduh yang biasanya digunakan adalah sengong, lamtoro dan lain-lain. Jika belum ada, silahkan ditanami pohon peneduh, biasanya pohon sengon butuh waktu 4 tahun agar bisa dijadikan pohon peneduh untuk pohon kopi.

Penanaman Bibit
Pembibitan kopi ini dilakukan pada media polybag dengan lama waktu 1 bulan sebelum masa penanaman. Untuk menanam bibit kopi pun tidak boleh sembarangan, lakukan pemangkasan pada bagian daun hingga daun hanya tersisa sedikit agar mengurangi tingkat penguapan. Bibit pada polybag dibongkar lalu bibit dimasukan kedalam media tanam dengan posisi akar tertanam tegak sempurna.

Tahap Perawatan Pohon Kopi

Penyulaman

Tahapan pertama untuk perawatan pohon kopi adalah penyulaman,  lakukan penyulaman 1 bulan sekali hingga tanaman ini berumur 6 bulan. Jika ada pohon kopi yang mati harus segera disulam dan diperiksa apakah penyebab matinya pohon tersebut. Jika terserang penyakit maka harus dilakukan penanganan lebih lanjut agar tidak menular ke pohon kopi disebelahnya.

Pemupukan

Tahapan selanjutnya adalah pemupukan dengan pupuk yang sesuai yaitu pupuk organik dari daun-daun busuk yang dijadikan kompos. Dosis untuk memupuk pohon kopi ini adalah 20-30 kg dengan masa 2 kali dalam satu tahun. Pemupukan pada pohon kopi ini dilakukan dengan cara membuat galian mengitari pohon.

Pemangkasan

Pemangkasan dalam budidaya kopi ini dilakukan berbeda sesuai dengan jenis kopinya. Pada jenis kopi arabika ini lakukan pada batang tunggal sedangkan jenis robusta lakukan pemangkasan pada batang ganda.

Ada tiga tujuan pemangkasan dalam budidaya kopi yaitu:

Pemangkasan bentuk: perlakukan ini memiliki tujuan untuk membentuk tanaman, tinggi tanaman dan batang yang bercabang.
Pemangkasan produksi: perlakukan ini memiliki tujuan untuk memangkas cabang yang tidak produktif dan terserang hama.
Pemangkasan peremajaan: perlakukan ini memiliki tujuan untuk memangkas cabang yang sudah tua atau tidak lagi produktif.

Penyiangan

Sama dengan jenis tanaman yang lainya, pada pohon kopi juga harus dilakukan pada saat pohon masih muda dengan intensif dengan frekuensi penyiangan gulma setiap satu bulan sekali.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang menyerang pohon atau tanaman kopi ini akan berdampak terhadap hasil buah kopi yang dihasilkan, oleh karena itu lakukanlah pengendalian hama dan penyakit dengan rutin. Dari sekian banyak hama dan penyakit, ada hama dan penyakit yang terkenal dikalangan petani kopi, yaitu:

Penggerek buah kopi, hama ini menyerang buah hingga buah rontok dan busuk. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan membuat sanitasi pada kebon, memangkas pohon naungan, dan memanen buah yang terserang hama. Jika tidak kunjung sembuh lakukanlah penyemprotan insektisida.

Penyakit karat daun, penyakit ini menyerang pada kopi jenis arabika dengan ciri-ciri daun bmengalami penguningan dengan bentuk bercak-bercak. Lakukan pengendalian dengan melakukan penyemprotan zat kimia pada daun yang terserang penyakit.

Penyakit nematode, penyakit ini sering sekali menyerang kopi robusta dengan efek yang serius yaitu penurunan produksi buah kopi hingga 75%. Lakukan pengendalian dengan teknik sambung bagian batang bawah tanaman yang kebal nematode dengan batang yang terserang.

Panen
Setiap jenis kopi memiliki masa panen yang berbeda. pada jenis arabika buah kopi dapat dipanen ketika telah berumur lebih dari 3 tahun. Pada jenis kopi robusta dapat dipanen setelah pohon kopi berumur 4,5 tahun. Cara pemetikan kopi dilakukan dengan memetik buah yang sudah matang terlebih dahulu dengan frekuensi pemetikan setiap 2 minggu sekali. Pada pohon kopi, buah akan mengalami puncak produksi pada umur  6-9 tahun.…